Kemenperin Bakal Kasih Sertifikat TKDN Gratis, Cek Syaratnya

Advenia Elisabeth
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal memberikan sertifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada 9.000 produk secara cuma-cuma atau gratis. Pemberian sertifikat TKDN itu akan diluncurkan pada Sabtu (4/9/2021), bersamaan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional. 

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan tujuan pemberian sertifikasi ini tak lepas untuk membangkitkan kembali gairah usaha para pelaku industri dalam negeri di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. 

"Nantinya, sertifikasi tersebut ditujukan bagi industri kecil dan menengah (IKM) dan industri skala besar. Sertifikat TKDN dimaksudkan untuk mendorong agar semua produk yang dihasilkan industri dalam negeri dapat diserap dalam proyek pengadaan barang/jasa, baik itu melalui APBN maupun anggaran BUMN/ BUMD,” kata Agus Gumiwang, di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Dia menjelaskan, ketentuan bagi produk yang berhak mendapat sertifikat gratis tersebut, yaitu memiliki nilai TKDN minimal 25 persen. Untuk satu perusahaan dapat difasilitasi hingga delapan sertifikat produk, dan satu sertifikat yang difasilitasi dapat memuat produk dengan jenis bahan baku dan proses produksi yang sama meskipun beda dimensi.  

Dalam implementasinya, Menperin telah menunjuk Sucofindo dan Surveyor Indonesia untuk menjalankan program sertifikasi TKDN ini tanpa dipungut biaya.

“Diharapkan para pelaku usaha di tanah air dapat memanfaatkan proses mendapatkan sertifikasi TKDN ini secara gratis tersebut hingga akhir tahun 2021,” ujar Agus Gumiwang.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
26 hari lalu

Pemerintah Dorong Produsen Kendaraan Tingkatkan TKDN Minimal 60 Persen mulai 2027

29 hari lalu

Restitusi Pajak Tak Kunjung Cair, Menperin Temui Purbaya untuk Minta Solusi

1 bulan lalu

Rusia Gandeng RI Kerja Sama Sektor Industri, Jajaki Teknologi Drone hingga Robot Bawah Air

1 bulan lalu

Pramono Akui Sulit Atasi Polusi Jakarta, Sebut Industri yang Pakai Batu Bara Jadi Biang Kerok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal