Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, dalam konferensi pers mengenai penyakit mulut dan kuku pada ternak, Rabu (10/6/2022). (Foto: tangkapan layar)
Iqbal Dwi Purnama

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan 6 kabupaten menjadi pusat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Ke-6 kabupaten itu, terdapat di Provinsi Aceh dan Jawa Timur (Jatim). 

"Daerah yang terdapat penyebaran penyakit mulut dan kuku adalah dua kabupaten di provinsi Aceh, dan 4 kabupaten di Jawa Timur," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2022).

Dia menjelaskan, dua kabupaten di Aceh adalah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sedangkan di empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

"Penyakit mulut dan kuku adalah salah satu wabah penyakit yang penyebarannya sangat cepat," ujar Mentan Syahrul.

Dia menjelaskan, penyebaran virus penyakit mulut dan kuku bisa melalui udara maupun tertular melalui kontak langsung. Sehingga menurutnya hal tersebut harus ditangani sepenuhnya oleh pemerintah dan jajaran terkait.

"Baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun dari jajaran Kementan, agar tidak terjadi mutasi-mutasi yang berlebihan," ungkap Syahrul.

Hingga saat ini, lanjutnya, pemerintah telah mengambil 3 langkah darurat, yaitu SOS, kedua langkah temporary, dan ketiga adalah agenda recovery atau pemulihan pasca serangan wabah virus.

"Kita berharap wabah ini tidak menyebar telalu jauh dari apa yang kita kendalikan," tutur Mentan Syahrul.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT