Kementerian BUMN Targetkan Garuda Restrukturisasi Utang Rp21,4 Triliun

Suparjo Ramalan
Pesawat Garuda Indonesia

JAKARTA, inews.id - Untuk menyelamatkan PT Garuda Indonesia Tbk, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham menargetkan bisa merestrukturisasi utang perseroan sebesar 1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp21,4 triliun. Adapun utang BUMN penerbangan itu tercatat 4,5 miliar dolar AS atau Rp64,28 triliun. 

Kementerian BUMN mencatat, utang Garuda Indonesia sebelumnya Rp20 triliun. Namun membengkak mendekati Rp70 triliun.

"Utang yang tadinya Rp20 triliun membengkak menjadi Rp70 triliun. Memang secara PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) diwajibkan dicatatkan sebagai kewajiban," kata Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, Kamis (3/6/2021). 

Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, jika Garuda melakukan restrukturisasi fundamental, utang saat ini harus turun menjadi 1-1,5 miliar dolar AS.  

Jika EBITDA Garuda tidak sampai 200-250 juta dolar AS, maka kondisi keuangan normal maksimum rasionya harus enam kali. Jadi, sekitar 250 juta dolar AS dikali enam atau 1,5 miliar dolar AS. Di atas itu, Garuda tidak bisa going concern karena tidak mampu membayar utang-utangnya. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Tak Cuma Bali, Kemenpar Ajak Turis Asing Jelajahi Danau Toba hingga Labuan Bajo

1 bulan lalu

4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

1 bulan lalu

Delapan Bandara Terdampak Abu Vulkanik, Pemerintah Mulai Buka Bandara Pagar Alam

1 bulan lalu

Garuda Indonesia Batalkan Semua Penerbangan Jakarta-Bandung-Lampung hingga Pukul 24.00 WIB 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal