Kisah Graeme Hart, Mantan Sopir Truk hingga Jadi Orang Terkaya di Selandia Baru

Aditya Pratama
Graeme Hart dikenal sebagai orang terkaya di Selandia Baru saat ini. Sebelum seperti saat ini, ternyata dia pernah menjadi pengemudi truk derek. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Pada 1989, Selandia Baru menjual kantor percetakan pemerintahnya. Hart membelinya seharga 12 juta dolar AS atau setengah dari dari nilai bukunya. Dia membiayai akuisisi dengan pinjaman bank. Lalu, pada 1990, dia membeli penjual buku terbesar di Selandia Baru, Whitcoulls dengan harga sekitar 42 juta dolar AS, diikuti oleh jaringan toko lainnya di Australia. Hart mengkonsolidasikan dan menjual perusahaan-perusahaan itu untuk mendapatkan keuntungan pada 1990-an.

Selanjutnya, pada 1997, Hart membeli 20 persen saham di pembuat rempah-rempah dan ragi Australia, Burns Philip seharga 200 juta dolar AS. Perusahaan itu mengejutkan para investor dengan penurunan 73 persen dari bisnis rempah-rempahnya, sebuah langkah yang melanggar perjanjian pinjaman. 

Dalam waktu empat bulan, investasi Hart menyusut menjadi sekitar sepersepuluh dari nilai aslinya. Miliarder itu memimpin restrukturisasi, bernegosiasi dengan para bankir mengenai paket pendanaan, dan menginvestasikan 90 juta dolar AS lagi. Perusahaan tersebut membuat tawaran pengambilalihan senilai 2 miliar dolar Australia dari pembuat makanan Australia Goodman Fielder pada tahun 2002. Dia menggandakan keuntungannya sebelum dia menjual sahamnya pada tahun 2005.

Hart memulai Rank Group pada 2006 melalui akuisisi Carter Holt Harvey. Grup ini telah mengakuisisi perusahaan termasuk divisi pengemasan minuman International Paper, dan raksasa pengemasan Swiss SIG. Pada 2010, Hart membeli bisnis wadah makanan Pactiv seharga 6,5 miliar dolar AS.

Rank Group mengakuisisi total 12 perusahaan dengan nilai gabungan 14 miliar dolar AS antara 2002 dan 2012, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Grup pengemasan Rank, Reynolds Group Holdings, termasuk Graham Packaging, yang melayani Coca-Cola, Pepsico, Kraft, Heinz dan Procter & Gamble; dan Dopaco, yang memasok McDonald's, Burger King dan Wendy's.

Hart diketahui menjual raksasa pengemasan Swiss SIG Combibloc seharga 3,75 miliar euro pada 2014.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX

57 tahun lalu

Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun

57 tahun lalu

Pemain Piala Dunia 2026 Paling Tidak Dikenal Mendadak Viral Berkat Media Sosial

57 tahun lalu

David Beckham Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Hartanya Tembus Rp17,8 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal