JAKARTA, iNews.id - Umumnya, saat usia 100 tahun akan dihabiskan dengan bersantai menikmati kekayaan hasil jerih payah pada usia muda. Namun, ini tidak berlaku bagi pendiri Pacific international Lines, Chang Yun Chung.
Pengusaha bisnis pelayaran asal Singapura dan miliarder ini menilai, berdiam di rumah bukan pilihan yang baik untuk dihabiskan di usia senjanya. Meskipun dia telah menyerahkan posisi CEO untuk putranya, Teo Siong Seng, awal tahun ini.
Chang meski berusia satu abad tetap bersikeras untuk pergi ke kantor setiap hari. "Ini kebiasaan saya," kata dia kepada CNBC dikutip Minggu (3/2/2019).
Di mengunjungi kantor pusat perusahaan di Singapura setiap hari hanya untuk menjalankan operasional dan memeriksa setiap departemen. "Setiap hari aku menuliskan semua kegiatanku di buku harianku, semuanya. Setiap departemen datang menemuiku," kata dia.
Bagi dia, hal ini adalah satu-satunya cara agar pikirannya tetap aktif dan tetap berhubungan dengan perusahaan yang dia dirikan pada 1967 dengan dua kapal bekas. "Aku tidak bisa tinggal di rumah. (Aku akan) sangat, sangat bosan," ucapnya.