Tak hanya itu, Chang juga membimbing putranya yang bertanggung jawab mengatur salah satu dari 20 perusahaan pelayaran top dunia beserta 18.000 karyawan di dalamnya. Teo mengatakan, berkonsultasi dengan ayahnya dua kali sehari untuk mendapatkan wawasannya dan belajar lebih banyak tentang gaya kepemimpinannya.
Hal tersebut ternyata berbuah baik karena Teo mengaku lebih mudah mengelola emosinya dalam situasi tekanan tinggi. "Ketika aku masih muda, aku lebih pemarah, jadi saya lebih (dari) pemimpin yang keras," kata Teo.
"Tetapi ayah saya mengajari saya satu hal, dalam bahasa Cina, itu 'yi de fu ren'. Itu berarti kamu ingin orang-orang mematuhi, bukan karena otoritas, bukan karena kekuatan, atau karena kamu galak. Tetapi lebih karena integritas, kualitas kamu, bahwa orang benar-benar menghormati dan mendengarkanmu," ucapnya.
Pelajaran tersebut berguna ketika Teo menjabat sebagai Direktur Pelaksana pada 2009, harus menyelesaikan pembajakan salah satu kapal perusahaan oleh bajak laut di lepas pantai Afrika Timur. Masalah ini membutuhkan waktu 75 hari untuk diselesaikan termasuk mengamankan dan pembebasan kru kapal.