Kisah Savitri Jindal, perempuan terkaya di Asia, dari IRT jadi pengusaha setelah suami tewas kecelakaan. Foto: Twitter Savitri Jindal
Ikhsan Permana SP

NEW DELHI, iNews.id - Savitri Jindal menggeser posisi konglomerat real estate China Yang Huiyan dari posisi puncak perempuan terkaya di Asia. Menurut Bloomberg Billionaires Index, pengusaha pemimpin Jindal Group ini memiliki kekayaan sebesar 11,3 miliar dolar AS atau setara Rp167,4 triliun. 

Kekayaannya lebih besar dibanding Yang, yang tercatat senilai 11 miliar dolar AS atau Rp163 triliun. Kekayaan taipan China berusia 40 tahun itu anjlok lebih dari setengahnya karena merosotnya saham perusahaan miliknya, Country Garden Holdings Co ke level terendah sejak 2016. 

Mengutip India Times, Savitri Jindal menjadi salah satu pengusahan perempuan tersukses di planet ini setelah mengambil alih perusahaan konglomerasi baja dan listrik yang didirikan suaminya Om Prakash (OP) Jindal setelah kematiannya yang mendadak karena kecelakaan helikopter pada 2005. Savitri adalah contoh luar biasa seorang perempuan, ibu rumah tangga (IRT) di dunia kaum lelaki. 

Sebagai IRT, dia telah melangkah keluar dari ambang batas domestiknya untuk memasuki bisnis keluarga dan menjadi salah satu perempuan terkaya di dunia. Saat ini, dia berhasil menjadi perempuan terkaya di Asia

Lahir pada 20 maret 1950 dengan nama Savitri Devi, dia dibesarkan di kota Tinsukia di Assam. Savitri kemudian menikah dengan OP Jindal pada 1970-an, yang mendirikan Jindal Group. Selain pengusaha, OP Jindal juga seorang menteri di Pemerintahan Haryana dan anggota Haryana Vidhan Sabha dari daerah pemilihan Hisar.

Ibu dari sembilan anak itu berusia 55 tahun ketika suaminya meninggal dunia. Kematian suaminya yang tiba-tiba, membuat Savitri mengambil alih peran sebagai pengusaha, politikus, dan aktivis sosial ketika kebanyakan orang pada usia itu berencana pensiun dari tugas profesional maupun rumah tangga. 

Savitri berkomitmen meneruskan nilai-nilai yang telah ditanamkan mendiang suaminya. Terinspirasi oleh pendekatannya yang manusiawi dalam berwirausaha, omzet grup meningkat empat kali lipat setelah dia mengambil alih posisi ketua dan konglomerat itu menetapkan posisi kepemimpinan di berbagai bisnis. Banyak perusahaan grup berekspansi ke luar negeri dengan mengakuisisi tambang di Chili dan Mozambik.

Setelah sukses menjalankan bisnisnya, Savitri memasuki dunia politik untuk mengikuti jejak mendiang suaminya. Dia memperebutkan kursi majelis Hisar Haryana, yang akhirnya dimenangkan dua kali pada 2005 dan 2009. 

Savitri menjadi menteri di pemerintahan Bhupinder Singh Hooda dua kali. Dia menjabat menteri negara pendapatan, penanggulangan bencana, rehabilitasi dan perumahan pada 2006 dan menteri badan lokal perkotaan pada 2013.

Tidak hanya dalam bisnis dan politik, Savitri secara pribadi tertarik pada kegiatan filantropi untuk membantu yang membutuhkan. Dia terlibat dalam membangun sekolah, institusi medis, dan berhasil menjalankannya di bawah Jindal Group.

Savitri terus terlibat dalam mengawasi berbagai program kesejahteraan sosial di bidang pendidikan dan perawatan kesehatan yang diprakarsai oleh pendiri Jindal Group untuk pekerja pabrik mereka dan yang membutuhkan. Dia juga tetap fokus untuk memastikan integritas dan persatuan keluarga di antara anak-anak dan cucu-cucunya.



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT