Pendiri LinkedIn, Reid Hoffman. (Foto: Reuters)
Cahya Puteri Abdi Rabbi

CALIFORNIA, iNews.id - LinkedIn sudah tidak asing lagi di tengah masyarakat. Platform digital tersebut kerap digunakan untuk mencari kerja dan menambah relasi di dunia kerja

LinkedIn didirikan oleh seorang pengusaha internet asal Amerika Serikat (AS), Reid Hoffman. Hoffman juga merupakan seorang kapitalis ventura dan penulis dua buku terlaris New York Times. 

Hoffman dikenal sebagai sosok pemikir inovatif dan pembelajar cepat sejak usia muda. Selain itu, dia juga bekerja di beberapa dewan nirlaba yang meliputi Kiva.org, Endeavour, Second Harvest Food Bank, Universitas Stanford, Universitas Oxford, Mozilla Corporation, dan masih banyak lagi.

Hoffman merupakan merupakan seorang yang jenius dan mendapat beasiswa Marshall saat belajar di Universitas Stanford. Awalnya, dia berniat menjadi profesor dan intelektual publik, sebelum akhirnya berubah pikiran dan memutuskan untuk menjadi pengusaha.

Pada 1994 dia memulainya dengan bergabung ke Apple Computer, di mana dia melakukan usaha pertamanya membangun jejaring sosial. Kemudian, Hoffman bekerja di eWorld yang diakuisisi oleh AOL pada tahun 1996.

Kemudian, dia bekerja di Fujitsu dalam waktu yang sementara, sebelum mendirikan perusahaan pertamanya bernama SocialNet.com yang menjadi situs kencan online, meski pada saat itu belum booming. Dalam waktu yang sama, Hoffman juga menjadi anggota dewan direksi di PayPal.

Setelah mendapatkan beberapa pengalaman kerja di Apple Computers dan PayPal dan mengalami kegagalan di startup, dia mendulang sukses besar ketika mendirikan LinkedIn bersama beberapa rekannya.

Hoffman ingin membangun bisnis yang akan membantu menghubungkan dunia profesional. Oleh karena itu, setelah meninggalkan PayPal, Hoffman bersama dengan mantan rekan dari SocialNet dan Fujitsu dia mendirikan LinkedIn.

LinkedIn didirikan pada Mei 2003 dengan investasi awal diterima dari Peter Thiel dan Keith Rabois. Seperti bisnis startup pada umumnya, LinkedIn hanya memiliki 20 pengguna. Setelah memperkenalkan fitur di mana pengguna dapat mengunggah buku alamat, pertumbuhan LinkedIn pun semakin pesat.

Selanjutnya, Hoffman menambahkan berbagai macam fitur seperti grup dan kerja sama dengan American Express untuk meningkatkan penawarannya ke berbagai usaha kecil.

LinkedIn menjadi perusahaan global saat ini dengan lebih dari 750 juta pengguna di seluruh dunia. Di tahun perkembangan selanjutnya, LinkedIn memperkenalkan fitur unggulan seperti langganan pekerjaan untuk bisnis, profil publik untuk pengguna, dan fitur lainnya. 



Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT