Komisaris BUMN Jadi Timses Capres Cawapres Diminta Mundur, Ini Alasannya

Suparjo Ramalan
Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id -  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Komisaris perusahaan pelat merah agar mengundurkan diri setelah bergabung atau masuk dalam tim sukses (timses) calon Presiden dan calon Wakil Presiden (capres-cawapres) pada pemilu 2024. 

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan komisaris perseroan negara yang terlibat dalam timses atau tim kampanye pihak manapun harus segera menyampaikan surat pengunduran diri. 

Surat tersebut diserahkan kepada Kementerian BUMN selaku pemegang saham perusahaan. Menurut Arya, sebelum surat pemberhentian diterbitkan pihaknya, baiknya para Komisaris sudah mengajukan pengunduran diri. 

"Jadi kami enggak perlu mengeluarkan surat pemberhentian langsung gitu, tapi lebih baik kan kalau ada kesadaran (mundur) dari para komisaris yang terlibat di tim kampanye atau di pihak manapun di ajang pilpres ini," ujar Arya kepada wartawan, Kamis (9/11/2023). 

Salah satu Komisaris BUMN yang telah mengajukan surat undur diri adalah Muhammad Arief Rosyid Hasan. Hal ini setelah dia ditunjuk menjadi Komandan Pemilih Muda dalam TKN Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
6 hari lalu

BMW Tawarkan Pesangon hingga Rp13 Miliar, Karyawan Berebut Mundur

11 hari lalu

Doli Kurnia Usul Komisi II DPR Gelar Rapat Khusus dengan KPU, Bahas Pasal Ijazah Gibran 

17 hari lalu

Disindir Munafik, Doli Kurnia Sentil Balik Hasyim Asy'ari: Dia Lupa 2 Kali Dipecat dari Ketua KPU

17 hari lalu

Lagi! Komisioner KPU Dilaporkan ke DKPP gegara Loloskan Gibran Jadi Cawapres 2024

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal