Komisi VII DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Dalam Negeri: Berantas Mafia Impor!

Felldy Aslya Utama
Komisi VII DPR mendesak pemerintah menyelamatkan industri dalam negeri. Mafia impor yang telah mengakar harus diberantas. (Foto: Ilustrasi/Sindonews)

Peraturan itu juga membuat pelaku usaha sulit membedakan barang impor resmi dan ilegal.

Dia menuturkan, Kementerian Perindustrian sudah meminta adanya revisi PMK Nomor 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat karena diduga ikut melemahkan industri. Sebab, banyak produk impor diduga dimasukkan ke kawasan berikat yang diorientasikan untuk pasar ekspor, justru malah membanjiri pasar dalam negeri.

Politikus PDIP ini mengaku heran Kemendag dan Kemenkeu tidak juga serius menyikapi permasalahan yang dihadapi industri di dalam negeri. Padahal, persoalan ini terus disuarakan oleh industri maupun asosiasi industri hingga masyarakat.

Dia mengatakan, selama ini banyak modus yang diduga digunakan untuk meloloskan barang dari luar negeri. Dia pun berharap adanya upaya penegakan hukum yang tegas dan berkelanjutan terkait masalah ini.

“Mafia-mafia seperti ini yang terbiasa melakukan kecurangan semacam ini harus ditindak tegas. Saya harapkan bisa saja bentuk tim investigasi ke lapangan, siapa yang bermain ini ditindak saja. Lha, ini nggak ada kapok-kapok-nya. Seluruh Indonesia sudah teriak-teriak, eh barang impor terus saja membanjir. Ini kan aneh,” tegas Evita

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Buletin
2 hari lalu

Momen Perayaan Tahun Baru 2026 di Sejumlah Negara, dari Gemerlap hingga Harapan

Buletin
3 hari lalu

Momen Prabowo Tinjau Jembatan di Tapsel, Anak-Anak Senyum Ceria Bisa Foto dan Dapat Hadiah

Nasional
4 hari lalu

Perluas Wawasan Industri Mahasiswa, MNC University Company Visit ke McDonald’s

Buletin
4 hari lalu

Tragedi Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet Tewas Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal