Komunitas Produsen Didorong Punya Merek Kolektif dengan Karakteristik Kuat, Ini Keuntungannya

Inin nastain
Kemenkumham dorong komunitas produsen punya merek kolektif dengan karakteristik kuat. Foto Inin N

Dia mencontohkan merek koletif yang sudah berhasil, antara lain perkumpulan pengusaha batik Nitik di Yogyakarta. Ada juga Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) yang meluncurkan merek kolektif. Para anggota UMKM yang merupakan alumni Universitas Padjajaran ini memiliki produk berbeda mulai snack, busana, hingga kopi, namun dengan merek yang sama, yakni Lupba. 

Contoh lain adalah perkumpulan usaha pandai besi Bina Karya (BK). Para anggotanya memproduksi cangkul, parang, golok dan lainnya. Ketika masyarakat melihat merek BK, akan yakin bahwa itu produk berkualitas. 

“Karena merek kolektif pasti mensyaratkan kualitas yang sama,” ujar Kurniaman. 

Dia pun mendorong agar kalangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) memiliki merek kolektif untuk beragam produknya.  

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
12 hari lalu

Kanker Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Keluarga dan Komunitas Bisa Bangkitkan Harapan

14 hari lalu

Hore! Pendaftaran Merek Kini Cuma 5 Bulan, Berlaku Mulai September

29 hari lalu

Polisi Panggil Produsen Vape yang Dipromosikan Bigmo, Dalami Kontrak Kerja Sama

2 bulan lalu

Lintasi Medan Berat, Bikers Taklukkan Jalur Menantang di Touring Wheels & Wonders Samosir 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal