Komunitas Produsen Didorong Punya Merek Kolektif dengan Karakteristik Kuat, Ini Keuntungannya

Inin nastain
Kemenkumham dorong komunitas produsen punya merek kolektif dengan karakteristik kuat. Foto Inin N

Dia mencontohkan merek koletif yang sudah berhasil, antara lain perkumpulan pengusaha batik Nitik di Yogyakarta. Ada juga Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) yang meluncurkan merek kolektif. Para anggota UMKM yang merupakan alumni Universitas Padjajaran ini memiliki produk berbeda mulai snack, busana, hingga kopi, namun dengan merek yang sama, yakni Lupba. 

Contoh lain adalah perkumpulan usaha pandai besi Bina Karya (BK). Para anggotanya memproduksi cangkul, parang, golok dan lainnya. Ketika masyarakat melihat merek BK, akan yakin bahwa itu produk berkualitas. 

“Karena merek kolektif pasti mensyaratkan kualitas yang sama,” ujar Kurniaman. 

Dia pun mendorong agar kalangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) memiliki merek kolektif untuk beragam produknya.  

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
13 hari lalu

Lintasi Medan Berat, Bikers Taklukkan Jalur Menantang di Touring Wheels & Wonders Samosir 2026

1 bulan lalu

Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya

2 bulan lalu

Rupiah Jebol, Produsen Otomotif di Indonesia Ketar-ketir

5 bulan lalu

Bukan Geng Motor, Ini Pelaku yang Rusak Portal Jalan Layang Non-Tol Casablanca Jaksel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal