Konflik Rusia-Ukraina Bawa Angin Segar bagi Industri Migas RI, Ini Alasannya

Heri Purnomo
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut, masih berlangsungnya konflik Rusia-Ukraina membawa angin segar bagi industri migas Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Reuters)

Angka tersebut naik 26 persen dari capaian investasi di 2022 yang berada dikisaran 12,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp185,36 triliun. 

Dwi menyebut, hal ini disebabkan perhitungan sementara SKK Migas bahwa harga minyak akan relatif tinggi.

"Kemungkinan harga minyak di 2023 ini relatif cukup tinggi. Analisa sekarang ini itu bisa bergerak 60 dolar AS sampai 120 dolar AS per barel," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Nasional
3 hari lalu

Menperin Ungkap Nilai Investasi Sektor Otomotif Tembus Rp194,22 Triliun, Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja

Keuangan
3 hari lalu

Saksikan IG Live MNC Sekuritas Sore Ini: Strategi Investasi di Tengah Dinamika IHSG

Nasional
4 hari lalu

SKK Migas Kejar Target Lifting 610.000 Barel per Hari, 39 Sumur Minyak Siap Dibor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal