Krisis Ekonomi Hantam Pakistan, Mal dan Pasar Tutup Lebih Awal

Aditya Pratama
Pemerintah Pakistan memerintahkan pusat perbelanjaan dan pasar tutup lebih awal setiap hari pada pukul 20:30 waktu setempat. (Foto: AFP)

ISLAMABAD, iNews.id - Pemerintah Pakistan memerintahkan pusat perbelanjaan dan pasar tutup lebih awal setiap hari pada pukul 20:30 waktu setempat. Hal ini karena negara itu tengah menghadapi krisis ekonomi.

Mengutip BBC, Menteri Pertahanan Khawaja Asif mengatakan, langkah-langkah itu akan menyelamatkan negara Asia Selatan itu sekitar 62 miliar rupee Pakistan (274,3 juta dolar AS) atau setara Rp4,28 triliun. 

Pakistan menghasilkan sebagian besar energi menggunakan bahan bakar fosil impor. Harga energi global melonjak tahun lalu, memberikan tekanan lebih lanjut pada keuangan negara yang sudah menyusut.

Untuk membayar impor energi tersebut, Pakistan membutuhkan mata uang asing, terutama dolar AS. Pemerintah Pakistan memiliki 11,7 miliar dolar AS mata uang asing yang tersedia bulan lalu setelah cadangannya turun sekitar 50 persen tahun lalu.

Namun, angka itu hanya cukup untuk menutupi sekitar satu bulan dari seluruh impor negara, yang sebagian besar untuk energi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Selangkah Lagi

57 tahun lalu

Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

57 tahun lalu

Pakistan Indikasikan AS-Iran Segera Teken Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal