Pernyataan Musk tersebut merespon cuitan Presiden Trump yang meminta China untuk membuat rencana mengurangi defisit perdagangan AS sekitar 1 miliar dolar AS. Permintaan Trump sebenarnya sangat kecil karena defisit perdagangan AS dengan China pada 2017 lalu mencapai 375,2 miliar dolar AS.
“Hubungan kami dengan China selama ini sangat baik, dan kami sangat menanti ide yang akan mereka sodorkan. Kita harus segera bertindak!,” kata Trump lewat akun twitternya, @realDonaldTrump.
Dalam jumpa pers setelah membaca cuitan Musk, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS akan mengambil kebijakan pajak yang serupa terhadap perlakuan sejumlah negara seperti China dan India.
“Kita akan melakukan program pajak resiprokal. Jadi bila China ingin mengenakan pajak 25 persen atau India ingin mengenakan pajak 75 persen dan kita tidak mengenakan pajak apapun kepada mereka … Kita akan menerapkan pajak dengan angka yang sama. Itu yan disebut resiprokal, mirror tax,” ujar Trump.
Berdasarkan sumber yang dikutip Wall Street Journal, pemerintah AS meminta Beijing untuk mengurangi defisit perdagangan dengan Amerika sebesar 100 miliar dolar AS.
Sebelumnya, Presiden Trump juga menerapkan tarif pajak 25 persen untuk baja impor dan 10 persen untuk aluminium impor untuk mengurangi defisit perdagangan. Sayangnya, China yang disebut-sebut sebagai sasaran utama kebijakan ini justru bukan termasuk dalam daftar 10 negara eksportir terbesar kedua produk itu ke AS.