JAKARTA, iNews.id – Keikutsertaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pasific Economic Coorperation (KTT APEC) ternyata dibutuhkan untuk mendorong perekonomian yang tidak terlalu baik saat ini.
Peneliti dari Institute for Development of Economic an Finance (Indef) Andry Satrio menuturkan, Indonesia mendapat dua keuntungan dalam keterlibatan di APEC. Pertama, kemungkinan masuknya investasi asing di dalam negeri, dan terakhir penetrasi ekspor ke negara Asia Pasifik.
“Indonesia memang pasar terbesar di negara-negara yang masuk di APEC. Jadi kalau misal kemarin dapat pujian dari Amerika karena memang sebetulnya ekspor barang-barang dari indonesia ke Amerika itu menurun. Jadi ini menjadi rebutan untuk Tiongkok juga Amerika untuk memenangi ekspor perdagangan dari Indonesia,” kata Andry Satrio kepada iNews.id, Minggu (12/11/2017).
Selain menjadi pasar potensial bagi negara anggota APEC, mereka juga bisa dijadikan mitra dagang yang cukup menguntungkan Indonesia. Ada beberapa negara berkembang yang menjadi mitra dagang Indonesia yang merupakan anggota APEC dan masuk ke dalam 10 negara terbesar tujuan ekspor non-migas seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia.
Pada triwulan III, ekspor ke negara-negara tersebut mencatatkan pertumbuhan, seperti misalnya ke Malaysia sampai 32,6% dan Thailand 29%.