Dari sisi pendanaan, Irfan menyebut, dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan mencapai Rp88,8 triliun. Bank bjb, kata dia, berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui pengembangan teknologi sehingga mempermudah nasabah dalam bertransaksi.
“Berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup terjaga dengan baik, dimana selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset,” ucapnya.
Menurut dia, pertumbuhan kredit dan DPK yang diraih bank bjb sesuai dengan situasi ekonomi nasional. Yang terpenting, kata dia, menjaga agar pertumbuhan keduanya tetap seimbang sehingga bisa efisien dalam mengelola aset dan liabilitas.
“Target kita adalah bisnis yang berkualitas. Diharapkan, bank bjb tetap eksis di masa yang akan datang dan dapat masuk dalam jajaran 10 besar bank nasional yang berkinerja baik,” tuturnya.
Irfan berharap kinerja bank bjb bisa lebih positif lagi. Perseroan akan terus melakukan berbagai upaya supaya bank bjb selalu diterima yang tidak hanya di Provinsi Jawa Barat dan Banten saja melainkan di provinsi lainnya di seluruh Indonesia.
“Dengan banyaknya pengembangan dalam beberapa sektor untuk meningkatkan kualitas bank bjb, kami yakin bank bjb dapat bersaing dengan bank-bank nasional lainnya,” katanya.