"Meskipun kondisi bisnis telah membaik, kinerja Grup masih akan menantang hingga akhir tahun ini. Mengingat, kinerja bisnis dan kepercayaan konsumen masih akan terdampak oleh situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini. Neraca keuangan dan posisi pendanaan Grup tetap kuat," ujar Djony dalam keterangan tertulis.
Adapun pendapatan perseroan terdiri atas penjualan barang, jasa dan sewa, jasa keuangan, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diselesaikan, dan pendapatan dari sumber lainnya (jasa keuangan, sewa dari properti dan lain-lain).
Penjualan barang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan Perseroan sebesar Rp74,10 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp58,58 triliun. Kemudian, jasa dan sewa tercatat Rp21,31 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp20,78 triliun, jasa keuangan tercatat Rp11,98 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp10,43 triliun.
Rincian pendapatan grup dari kontrak pelanggan dan sumber lainnya, diantaranya yaitu pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diselesaikan tercatat Rp93,93 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp77,93 triliun, dan pendapatan dari sumber lainnya tercatat Rp13,45 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp11,86 triliun.
ASII mencatatkan adanya peningkatan beban pokok pendapatan di kuartal II 2021 menjadi Rp84,55 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp69,62 triliun, beban pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp2,84 triliun dari sebelumnya Rp1,84 triliun. Sementara itu, beban penjualan menurun menjadi Rp4,95 triliun dibanding sebelumnya Rp5,41 triliun.
Selain itu, liabilitas ASII tercatat sebesar Rp150,20 triliun dan ekuitas Rp204,27 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp354,47 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp338,20 triliun.