MNC Group membukukan kinerja positif dengan mencetak laba bersih Rp619,4 miliar pada kuartal III 2022. (Foto: dok iNews)
MNC Media

JAKARTA, iNews.id – PT MNC Asia Holding Tbk (MNC Group atau BHIT) membukukan laba bersih sebesar Rp619,4 miliar pada kuartal III 2022, meningkat 23,5 persen dari Rp501,5 miliar pada kuartal II 2022.

Hal itu, ditopang pendapatan bersih MNC Group secara kuartalan, di mana perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,580 triliun pada kuartal III 2022, yang diperoleh dari kontribusi sektor media sebesar Rp2,682 triliun, sektor jasa keuangan sebesar Rp666,5 miliar, dan Rp231,5 miliar dari sektor lainnya.

Adapun sepanjang Januari-September 2022, MNC Group membukukan pendapatan Rp11,900 triliun. Pendapatan terbesar diraih dari iklan non-digital sebesar Rp3,542 triliun, diikuti oleh TV berbayar dan broadband sebesar Rp2,110 triliun.

Iklan digital terus mendominasi peningkatan pendapatan BHIT, naik 33,4 persen year-on-year (yoy) pada kuartal III 2022 menjadi Rp1,903 triliun dibandingkan Rp1,427,1 triliun pada periode sama tahun lalu. 

Ditambah lagi, sektor jasa keuangan digital melesat 191,1 persen yoy dari Rp68,9 miliar pada kuartal III 2021 menjadi Rp200,6 miliar pada kuartal III 2022.

Perseroan mencatatkan EBITDA Rp4.291,8 miliar, mewakili 36,1 persen EBITDA margin dan laba bersih sebesar
Rp1,675 triliun.

Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan kinerja keuangan perseroan yang signifikan tidak terlepas dari restrukturisasi bisnis digital di sektor media dan jasa keuangan sudah memasuki tahap final, dan pariwisata sudah bangkit. 

"Ditambah konsolidasi IATA yang baru saja menjadi pilar terbaru dari BHIT, akan memberikan tambahan signifikan bagi pendapatan Perseroan mulai November 2022," kata Hary Tanoesoedibjo, dalam keterangan, dikutip Kamis (1/12/2022).  

Menurut dia, ke depan MNC Group tidak lengah dan akan terus mempertajam strategi bisnis di semua lini bisnis, dan memastikan eksekusi berjalan tepat untuk memposisikan diri sebagai market leader di masing-masing sektor. 

"Menginjak akhir tahun 2022, produktivitas tiap unit bisnis makin ditingkatkan. Sebagai Presiden Direktur, saya terlibat langsung dalam meningkatkan kinerja dan berkomitmen untuk mengangkat MNC Asia Holding ke level yang lebih tinggi dengan inovasi produk dan layanan yang tepat," ujar Hary Tanoesoedibjo. 

Berikut update 3 lini bisnis MNC Group sepanjang kuartal III 2022: 

1. Media

Di sektor media, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) baru-baru ini mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan atas rencana penambahan modal melalui penerbitan HMETD dan non-HMETD serta untuk menyetujui perubahan komposisi Dewan Komisaris. 

Dana hasil dari penambahan modal akan digunakan untuk pembayaran atas surat sanggup yang diterbitkan oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision
Networks Tbk (IPTV) untuk pembelian RCTI+, 7 portal berita & umum, dan Vision+; ekspansi bisnis terutama potensi aliansi dan/atau kerja sama dengan pihak ketiga demi meningkatkan cakupan operasional di luar Indonesia; serta modal kerja untuk meningkatkan output konten yang
dihasilkan oleh MSIN.

Seiring dengan meningkatnya permintaan akan tayangan berkualitas di Indonesia, MSIN membangun Movieland, sebuah kompleks studio seluas 21 Ha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City, Jabodetabek. 

Pembangunan Movieland Fase 1 dengan luas sekitar 8 Ha untuk produksi film dan sinetron akan diluncurkan pada 14 Desember 2022. Movieland akan menjadi kompleks studio outdoor dan indoor terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia. 

Menyediakan fasilitas terbaik dan terlengkap bagi para kreator, mulai dari proses pra-produksi, produksi, dan
pasca-produksi, Movieland akan didukung dengan infrastruktur dan peralatan produksi end-toend berstandar internasional, termasuk berbagai backlot dan fasad.

Melanjutkan upaya untuk menciptakan nilai lebih bagi konsumen, anak perusahaan media Perseroan juga berencana menggabungkan OTT superapp-nya, Vision+ dan RCTI+, untuk
memaksimalkan sinergi kedua platform tersebut. Nantinya, pengguna hanya memerlukan satu platform untuk menonton semua film, acara televisi, dan berita favorit.

Memperluas jangkauan audiensnya, MSIN melalui PT Esports Star Indonesia (ESI) baru saja meluncurkan mobile game terbarunya, Fight of Legends. Perseroan yakin game ini akan membawa pertumbuhan pendapatan di masa depan, seiring popularitas industri game yang meningkat
dalam beberapa tahun terakhir. 

Pada tahun 2023, ESI juga berencana untuk merilis Rapid Fire, mobile game dengan genre yang berbeda untuk memenuhi preferensi audiens lainnya.

2. Jasa Keuangan

Perseroan melalui PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) telah mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), untuk mengkonsolidasi layanan keuangan berbasis transaksinya di bawah anak perusahaan yang baru dibentuk, PT Motion Digital Technology (Motion Digital). 

Motion Digital dapat melakukan aksi korporasi untuk memperkuat integrasi dan sinergi antara MotionBanking (aplikasi perbankan digital), MotionTrade (aplikasi
perdagangan saham dan reksa dana), MotionPay (aplikasi e-money, e-wallet, transfer digital), dan
Flash Mobile (payment gateway).

Ekosistem Motion Digital akan memudahkan nasabah dalam mengelola dan memantau transaksinya. Pengguna dapat melakukan transaksi harian, mulai dari transfer, pembayaran QRIS, pinjaman digital, investasi saham dan reksa dana, hingga layanan kartu kredit dan debit virtual yang akan segera diluncurkan, memungkinkan nasabah untuk mengatur semua kebutuhan keuangannya. 

Untuk meningkatkan kenyamanan, aplikasi-aplikasi di bawah Motion Digital akan diintegrasikan dengan single sign-on, e-KYC yang terhubung, dan cross-wallet. Flash Mobile akan memproses semua transaksi di ekosistem Motion Digital untuk memastikan eksekusi real-time.

Pada 25 November 2022, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) secara resmi menjadi mitra pembayaran digital pertama yang mengelola Rekening Penerima Manfaat (RPP) Pensiun untuk PT Taspen (Persero). 

Selain itu, BABP dan PT MNC Teknologi Nusantara (MTN) juga mengumumkan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) untuk
memfasilitasi peserta dan nasabahnya dalam mengakses layanan kepesertaan BPJAMSOSTEK dan layanan perbankan MNC Bank, serta menginisiasi Account Linkage antara Jamsostek Mobile (JMO) dan MotionPay.

BABP dan MTN telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan Indomaret untuk layanan setor tarik tunai di seluruh lokasi kantor pos serta di seluruh gerai Indomaret yang tersebar se-Indonesia. 

Hal ini dipercaya akan mewujudkan inklusi keuangan di
daerah-daerah yang memiliki akses terbatas menuju kantor bank fisik.

3. Entertainment Hospitality

PT MNC Land Tbk (KPIG) yang merupakan investasi Perseroan di bidang entertainment hospitality,
terus mengembangkan sejumlah proyek unggulan, salah satunya KEK MNC Lido City sebagai Integrated Tourism Destination. 

Saat ini, spot yang menjadi prioritas pembangunan yaitu lapangan golf 18-hole berstandar World Championship serta Lido Music & Arts Center (keduanya akan
dibuka pada H1-2023), Lido World Garden, Lido Lake Resort Extension, dan MNC Park.

Park Hyatt Jakarta yang baru mulai beroperasi pada 8 Juli 2022, berhasil memborong beberapa penghargaan bergengsi, antara lain The Best Luxury Hotel Development dari PropertyGuru Indonesia Property Awards ke-8, serta The Best New Luxury Hotel dan The Best Newcomer Bar
dari Exquisite Awards 2022. 

Dari ajang tersebut juga, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, mengantongi dua penghargaan The Best Upscale Hotel dan The Best Dessert & Pastry. Ditambah lagi, The Westin Resort Nusa Dua, Bali dipercaya menjadi venue perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20/B20 tahun ini. Hal-hal di atas membuktikan eksistensi bisnis Perseroan di kancah internasional.

Selain ketiga lini bisnis tersebut, MNC Group baru-baru ini resmi memiliki 44,1 persen PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), seiring dengan berakhirnya periode Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) IATA pada 18 November 2022.

Sebagai pilar bisnis terbaru yang bergabung di bawah MNC Group, sektor energi yang dikembangkan IATA bermula setelah mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) yang
mengelola 8 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan total area seluas 72.478 Ha.

Hingga akhir September 2022, IATA telah memproduksi lebih dari 3 juta MT, lebih tinggi 64,1 persen dari produksi batu bara tahun lalu. 

Menargetkan produksi sebanyak 10 juta MT pada 2023, jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya cadangan terbukti hasil eksplorasi, yang diyakini setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP. 

Ke depannya, MNC Group optimis kontribusi IATA akan memberikan dampak signifikan pada pendapatan,
EBITDA, dan laba bersih Perseroan.

Hary Tanoesoedibjo menambahkan, setelah berganti nama menjadi PT MNC Asia Holding Tbk, BHIT secara konsisten memaksimalkan potensi teknologi di setiap lini usaha serta merealisasikan strategi-strategi bisnisnya dengan efektif dan efisien. 

Menurut dia, integrasi dan sinergi ekosistem MNC Group tetap menjadi prioritas, karena perseroan masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang. 

"Di samping itu, kemitraan strategis dengan berbagai pihak kelas dunia terus digencarkan untuk semakin memperluas ekosistem dan menambah nilai produk dan layanan perseroan, sehingga dapat memenangkan persaingan," ungkap Hary Tanoesoedibjo.



Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT