JAKARTA, iNews.id – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat laba bersih konsolidasi Rp31,2 triliun pada kuartal II 2026. Perolehan tersebut tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kinerja tersebut ditopang transformasi berkelanjutan melalui agenda Repollution Reignite. Agenda tersebut berfokus pada penguatan fundamental, disiplin efisiensi, serta penerapan manajemen risiko secara prudent.
“Pada akhirnya, kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut menghasilkan laba bersih BRI di triwulan II 2026 sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh sebesar 17,5 persen secara year-on-year,” kata Hery dalam Press Conference Pemaparan Kinerja BRI Triwulan II Tahun 2026, Senin (31/8/2026).
Salah satu faktor pendorong profitabilitas BRI berasal dari efisiensi biaya pendanaan atau cost of fund serta perbaikan kualitas aset.
Secara bank only, cost of fund turun dari 3 persen pada kuartal II 2025 menjadi 2,4 persen pada kuartal II 2026 atau membaik 0,7 persen.