Total aset konsolidasi BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy. Sementara penyaluran kredit meningkat 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut ditopang Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy.
Pertumbuhan bisnis juga mendorong Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) naik 9,9 persen yoy dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun.
Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) BRI turut tumbuh 12,8 persen yoy menjadi Rp65,7 triliun.
Hery juga memaparkan kondisi industri perbankan nasional hingga pertengahan 2026 yang dinilai tetap solid dan resilien.