Lebih dari Separuh Bankir Ingin Bank Diawasi BI, Bukan OJK

Aditya Pratama
Bank Indonesia. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lebih dari separuh bankir ingin agar fungsi pengawasan bank dikembalikan ke Bank Indonesia (BI). Padahal, fungsi tersebut dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam delapan tahun terakhir.

Fakta tersebut terungkap dalam "Studi Penguatan Industri Keuangan: Perspektif Industri Terhadap Regulator” yang dilakukan oleh Citiasia. Survei itu melibatkan 184 responden level manajer ke atas dari 114 industri perbankan, multifinance, asurani, dan lembaga jasa keuangan khusus.

"Ketika dibandingkan dengan pengawasan Bank Indonesia terhadap perbankan dimasa sebelumnya, bankir yang setuju sedikit lebih banyak 55 persen dibanding bankir yang tidak setuju 45 persen,” ujar Direktur Riset Citiasia, Achmad Yunianto di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Achmad menjelaskan, bankir yang sepakat wewenang pengawasan dikembalikan ke BI menilai kehadiran dua regulator tidak efektif mentransmisikan kebijakan moneter, termasuk suku bunga.

"Utamanya ketika bank sentral selaku pengampu target moneter dan makroprudensial dianggap memiliki kendala ketika ingin mentransmisikan kebijakan ke level mikro,” kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
7 tahun lalu

Kinerja OJK Tak Memuaskan di Mata Pelaku Industri Keuangan

7 tahun lalu

OJK Diusulkan Bubar, Indef: Kepercayaan Investor Akan Turun

11 jam lalu

Cadangan Devisa RI Naik jadi 146,5 Miliar Dolar AS di Agustus 2026

21 jam lalu

Volume Transaksi QRIS Tembus 15 Miliar hingga Juli 2026, Pengguna Capai 67 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal