JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan menilai penambahan libur lebaran sebanyak tiga hari oleh pemerintah memiliki sisi positif dan negatif. Hal tersebut juga dialami pada sektor perdagangan.
"Ya ada yang mengeluh ada yang senang. Kalau saya jadi yang punya hotel senang. Kalau setiap keputusan pasti memang ada yang suka dan tidak," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita setelah meluncurkan Trade Expo Indonesia 2018 di kantornya, Jakarta, Jumat (20/4/2018).
Menurutnya, jika dari sisi perdagangan, permintaan ritel akan meningkat karena pada waktu tersebut masyarakat berbondong-bondong membeli sandang dan pangan untuk persiapan lebaran. Namun hal ini tentu harus didukung oleh penyaluran logistik yang lebih baik lagi.
Sementara itu, jika melihat sisi negatifnya beberapa industri memang akan terhambat produksinya karena karyawan yang libur. "Solusi negatif kalau libur kelamaan produksinya juga agak berkurang tapi sekarang diantisipasi oleh para pengusaha produknya harus distok, dipersiapkan," kata dia.
Mendag menegaskan bahwa pemerintah sudah mengumumkan tambahan libur lebaran ini sejak jauh hari. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi pelaku industri untuk tidak menyiapkan stok produksinya sebagai langkah mengantisipasi.