Liku-Liku Perjuangan Anak Milenial Jakarta Bergaji UMP Bisa Punya Rumah, Modal Nekat

Bima Setiyadi
Kaum milenial di Jakarta harus berjuang agar bisa mencicil rumah. (Foto: MNC Media)

"Kalau DP 30 persen cicilan sekitar Rp5 juta, gaji joint income hanya Rp8 juta. Aturan bank itu cicilan maksimal 30 persen dari joint income. Ah coba bikin rekening fiktif," kata pria berbadan tegap itu.

Rekening fiktif pun dibuat Andi yang mendapat dukungan dari sang sales perumahan. Pendapatannya dibuat sekitar Rp12 juta. Namun sayang, biaya pembuatan rekening yang menghabiskan uang pribadinya sebesar Rp3 juta itu ditolak oleh perbankan lantaran tidak sesuai aslinya.

Karena kepalang tanggung, Andi terus melangkah untuk mencari uang muka tambahan yang menjadi satu-satunya solusi melangsungkan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan.

"Bangunan rumah sudah hampir jadi dan harus sudah akad. Kalau cicilan sekitar Rp3 juta itu harus DP Rp100 juta berikut BPHTB. Uang baru ada Rp60 juta," katanya.

Andi terus mencari hingga akhirnya dalam satu bulan dia bisa mendapatkan tambahan sekitar Rp30 juta. Entah bagaiamana caranya. Terpenting kata dia, tidak merampok atau melakukan kriminal dalam mendapatkan uang itu.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Kejar Target 3 Juta Rumah, Pemerintah Siapkan Badan Percepatan Pembangunan Perumahan

3 hari lalu

Jalan Abdul Muis Jakpus Masih Ditutup usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI

6 hari lalu

Mendagri Tito soal Biaya Sekolah Anak: di Jakarta Rp1,6 Juta, Singapura Rp600.000

6 hari lalu

Cerita Mendagri Tito Sekolahkan 3 Anak di Singapura: Lebih Murah Dibanding Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal