Lira Anjlok 45 Persen Tahun Ini, Warga Kurangi Makan dan Jual Aset demi Bertahan Hidup

Suparjo Ramalan
Lira Anjlok 45 Persen, Warga Kurangi Makan dan Jual Aset demi Bertahan Hidup

Mata uang menjadi sangat fluktuatif sehingga harga berubah setiap hari. Inflasi untuk produsen saja naik 50 persen. Akibatnya, warga mengurangi makan dan tidak membeli barang. 

"Saya telah mengurangi semua pengeluaran saya. Untuk membayar tagihan, semua orang makan lebih sedikit dan tidak ada yang membeli barang," kata Hakan Ayran.

Karyawan supermarket mengunggah kenaikan harga di media sosial, menunjukkan harga mulai dari margarin dan minyak zaitun hingga teh, kopi, deterjen, dan kertas toilet. Sementara sebuah toko roti di Izmir, memasang tanda yang menjelaskan harganya lebih tinggi dengan mencantumkan biaya bahan-bahan yang melonjak seperti tepung, minyak, dan wijen.

Melonjaknya mata uang asing dan jatuhnya mata uang nasional merupakan masalah bagi sektor swasta dan sebagian besar perusahaan merasa lebih menguntungkan untuk menyimpan produk di gudang daripada menjualnya karena volatilitas dan inflasi lira. Kondisi ini meningkatkan angka kemiskinan dan kesenjangan yang semakin lebar dalam pendapatan dan kesetaraan kekayaan.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Kerja Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil: Inflasi di Aceh, Sumut dan Sumbar Berbalik Deflasi

Bisnis
6 hari lalu

Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Nasional
7 hari lalu

RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau

Nasional
11 hari lalu

Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Beras untuk Jaga Inflasi Jelang Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal