Luhut Targetkan Indonesia Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik 2024

Antara
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pada 2024 Indonesia memproduksi baterai litium tipe teranyar 811. (Foto: Sindonews)

Menurut Luhut, pemerintah mendorong agar bisa dibangun smelter di Halmahera Tengah, di mana bahan baku tembaga diambil dari Timika. Menurutnya, karena ada industri terintegrasi di Halmahera Tengah, diharapkan biaya produksinya juga akan lebih rendah.

"Kalau kita lakukan ini, kita akan dapat lagi nanti kabel tembaga, pipa tembaga, dan satu yang penting, asam sulfat. Ini kita butuhkan untuk bagian baterai litium. Jadi 75-80 persen baterai litium itu akan kita punya di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Luhut kerap mengungkapkan mimpinya bahwa Indonesia akan menjadi pemain utama untuk bahan baku baterai litium. Pasalnya, Indonesia menyimpan cadangan bahan baku baterai litium yang besar.

Di samping itu, penggunaan kendaraan listrik juga diperkirakan akan terus melejit di masa mendatang menyusul semakin pedulinya masyarakat atas energi yang lebih bersih.

Bagi Indonesia sendiri, mendorong pengembangan kendaraan listrik juga sekaligus akan berdampak pada berkurangnya impor minyak karena berkurangnya kendaraan berbasis energi fosil.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Bansos 2027, Luhut Utus TNI-Polri Data Warga di Daerah Pelosok

3 hari lalu

Luhut Yakin Ekonomi RI Tumbuh 8 Persen di Masa Prabowo: Bukan Hal Sulit

3 hari lalu

Luhut: Jokowi Orang Baik, Patut Dicontoh meski Punya Kekurangan

3 hari lalu

Pesan Luhut untuk Pemimpin: Harus Mau Mendengar, Jangan Merasa Paling Benar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal