Lewat sinergi bersama Institut Pertanian Bogor (IPB), Bank Mandiri dalam hal ini ikut ambil peran mendistribusikan peralatan pertanian seperti mesin pulper, huller, dan roasting kepada para petani.
"Program ini bukan hanya memberikan bantuan fisik namun juga untuk membangun mindset kewirausahaan dan kemandirian finansial masyarakat. Kami melihat desa bukan sebagai objek pembangunan. Desa adalah subjek pembangunan. Dari sanalah kekuatan negeri ini berakar,” ucap Ossy, sapaan akrab Ashidiq dalam keterangan resminya, Jumat (19/7).
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Bank Mandiri mendorong budidaya dan pengolahan tanaman sorgum sebagai alternatif pangan berkelanjutan.
Didampingi oleh kelompok wirausaha muda binaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM), program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka akses pasar baru bagi petani lokal.
“Dengan pendekatan yang holistik, kami ingin menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga menjadi wadah akselerasi inklusi keuangan hingga ke pelosok desa yang selaras dengan langkah Pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan menciptakan pembangunan ekonomi yang merata,” kata Ossy.