Masih Ekspansif, PMI Manufaktur Indonesia Capai 53,5 di Akhir 2021

Oktiani Endarwati
IHS Markit mencatat PMI Manufaktur Indonesia berada di posisi 53,5 pada bulan Desember 2021. (foto: Istimewa)

"Ini menunjukkan bahwa manufaktur Indonesia masih optimis terhadap pertumbuhan produksi berkelanjutan selama periode tahun 2022," kata dia.

Di sisi lain, tingkat ketenagakerjaan mandek. Tingkat ketenagakerjaan tidak berubah pada bulan Desember dengan pengunduran diri dan redundansi menyeimbangkan perekrutan tambahan yang dilakukan untuk menampung kenaikan persyaratan produksi. Akan tetapi, penumpukan pekerjaan meningkat hanya pada kisaran marginal pada bulan Desember.

Sementara tekanan harga bertahan dengan harga input naik tajam karena waktu pemenuhan pesanan terus memburuk.

Menurut panelis, perbaikan berkelanjutan pada kondisi perekonomian setelah pembatasan Covid-19 berkurang pada bulan-bulan sebelumnya mendukung pertumbuhan aktivitas sektor manufaktur. Sebaliknya, ekspansi pada total pekerjaan baru berkurang selama dua bulan berturut-turut pada bulan Desember dan jauh lebih lambat dari posisi tinggi sepanjang waktu pada bulan Oktober. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Said Iqbal jelang Dilantik Jadi Penasihat Presiden: Kami Perjuangkan Buruh dari Dalam

Nasional
7 hari lalu

Said Iqbal Buka Suara Peluang Posisi di Kabinet Prabowo: Sekitar Isu Ketenagakerjaan

Nasional
9 hari lalu

BPS Ungkap Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Menurun hingga Juli 2026, Ini Penyebabnya

Nasional
9 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal