Ilustrasi travelling ke berbagai negara. (Foto: dok iNews)
Jeanny Aipassa

NEW YORK, iNews.id - Seiring dengan merebaknya virus Covid-19 varian Delta, banyak negara yang memutuskan untuk membatasi perjalanan internasional, di masa liburan musim panas Juni-Agustus 2021.  

Pembatasan tersebut tak kunjung dilonggarkan meski penyebaran kasus Covid-19 mulai terkendali, bahkan menurun seiring meluasnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di berbagai negara.

Seperti dilansir Forbes, hasil survei UBS baru-baru ini menunjukkan pembatasan masih diterapkan pada lebih dari 60.000 rute perjalanan global di 247 negara.

Pembatasan itu, terkait dengan kekhawatiran penyebaran Covid-19, sehingga sebagian besar negara menerapkan persyaratan medis, mobilitas, asal negara, dan perubahan visa bagi wisatawan internasional. 

Dalam laporan itu, disebutkan jumlah rata-rata pembatasan rute perjalanan internasional per negara adalah 350. Lima negara yang paling banyak menerapkan pembatasan rute perjalanan luar negeri adalah China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Italia. 

China berada di urutan pertama dengan membatasi 981 rute perjalanan global. Posisi keddua ditempati Amerika Serikat yang menerapkan pembatasan untuk 456 rute perjalanan internasional. 

Selanjutnya Inggris membatasi 252 rute perjalanan global, disusul  Jerman dan Italia yang sama-sama membatasi 248 rute perjalanan global, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Eropa. 

"Sebaliknya, ada 33 negara yang menerapkan pembatasan rute perjalanan global di angka satu digit, bahkan Kolombia di angka nol atau sama sekali tidak memberi pembatasan rute perjalanan internasional," bunyi laporan yang dikutip Forbes, Selasa (7/9/2021).

Laporan itu juga menyebutkan bahwa harapan banyak orang untuk segera melakukan perjalanan di empat bulan terakhir pada tahun ini, seiring liburan musim dingin nampaknya harus ditunda. 

Hal itu, disebabkan memasuki September 2021, sejumlah negara kembali menerapkan pembatasan perjalanan global baru, setelah sempat dilonggarkan pada Juni 2021. 

Uni Eropa mulai memberlakukan pembatasan baru, khususnya kepada pelancong dari Amerika Serikat, dengan persyaratan peningkatan pengujian dan karantina. 

Australia baru saja memperpanjang larangan perjalanan internasional baik ke dalam dan ke luar, hingga 17 Desember 2021. Beberapa maskapai penerbangan berharap larangan itu akan dilonggarkan sebelum masa liburan Natal tahun ini. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT