Menkeu dan Menkes ASEAN Sepakat Perkuat Arsitektur Kesehatan di Kawasan

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (tengah), dan Menkes Budi G. Sadikin (kanan). (Foto: tangkapan layar)

Terakhir, para Menteri menyepakati perluasan Dana Respons ASEAN untuk Covid-19 menjadi Dana Respons ASEAN untuk Covid-19 dan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Lainnya serta Penyakit Baru yang sudah ada.

"Para menteri juga sepakat untuk mempercepat penyelesaian perjanjian pembentukan dan tahap persiapan the ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED)," tutur Sri Mulyani.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin, menyebut tiga kesepakatan tersebut sangat penting untuk mempersiapkan keadaan darurat kesehatan berikutnya setelah pandemi, yang menyebabkan banyak kemunduran dalam indikator kesehatan Kawasan. 

"Persiapan keadaan darurat ini nantinya akan berpusat pada pendekatan pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi (PPR)," ujar Budi.

Dengan demikian, penguatan ketahanan kesehatan kawasan akan difokuskan pada upaya pencegahan dibandingkan kapasitas respons. Menkes menyebut, pencegahan ini sangat dibutuhkan untuk meredam dampak yang lebih besar dan luas. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
13 jam lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi, BNPB Siapkan Evakuasi hingga Operasi Modifikasi Cuaca

20 jam lalu

58 Tahun Lawan DBD, Kenapa Penyakit Ini Tak Kunjung Hilang dari Indonesia?

15 jam lalu

Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa

20 jam lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kemenkes Siapkan Nebulizer hingga Obat Tetes Mata di Puskesmas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal