"Kalau di keuangan jelas sangat banyak. Kami ada penerimaan pajak bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak. Dari sisi belanja, dari mulai belanja pemerintah pusat, kementerian-kementerian yang membelanjakan dengan kode-kode untuk apa saja belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja dengan output outcome yang akan tercapai,” ungkap Sri Mulyani.
Dia menjelaskan, negara memiliki banyak sekali data. Di mana, pemerintah tentu memiliki tanggung jawab untuk terus mampu merumuskan kebijakan dan langkah-langkah.
“Jadi data begitu banyak, sebagai pemerintah tentu eksekutif. Kita memiliki tanggung jawab untuk terus mampu merumuskan kebijakan dan langkah-langkah di dalam rangka membangun Indonesia menuju cita-citanya dan selalu merespons jika terjadi suatu masalah,” ujar Sri Mulyani.