Menteri ESDM Ungkap Alasan Perusahaan AS Mundur dari Proyek Gasifikasi Batu Bara RI

Atikah Umiyani
Menteri ESDM Arifin Tasrif ungkap alasan perusahaan AS mundur dari proyek gasifikasi batu bara RI. (Foto: Istimewa)

"Pokoknya (insentif) lebih dari yang lain, kan ada Inflation Reduction Act itu yang menyebabkan investor banyak lari ke sana," ucap Arifin.

Sementara itu, Air Products and Chemicals, Inc tidak hanya keluar dari proyek kerja sama dengan PT Bukit Asam (PTBA) dan Pertamina terkait gasifikasi batu bara menjadi DME. Namun juga memutuskan hengkang dari proyek batu bara di Indonesia lainnya, yaitu proyek gasifikasi batu bara menjadi etanol dengan perusahaan Bakrie Grup, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

Kendati demikian, Arifin memastikan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME akan tetap berjalan. DME sendiri merupakan salah satu jenis alternatif bahan bakar pengganti LPG.

"DME tetap harus jalan dong, entah (proyek) DME yang mana, pokoknya harus jalan," kata dia.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Tegaskan RI Tak Langgar Kontrak

4 hari lalu

Bahlil Sentil Singapura soal Ekspor Gas: Jangan Ajari Indonesia Hargai Kontrak!

14 hari lalu

Dari Desa untuk Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Perluas Akses Listrik bagi Masyarakat 

14 hari lalu

Bahlil Akui Stok BBM Berkurang Jadi 16-18 Hari, Minta Pertamina Tambah Armada Kapal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal