Saat ini, BeeMa Honey hanya mempekerjakan delapan karyawan di pabriknya. Meski tim tersebut masih terbilang kecil untuk skala industri kecil, produknya telah menembus pasar internasional.
Fransisca mengungkapkan, kegiatan ekspor BeeMa Honey awalnya dimulai dengan beberapa permintaan dari beberapa negara. Dari situ, dia akhirnya mengikuti pelatihan ekspor yang diselenggarakan Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI).
“Dengan didukung oleh pemerintah, kami bisa mengikuti pameran-pameran berskala internasional seperti Trade Expo Indonesia , SIAL Interfood, dan beberapa exhibition lainnya,” kata dia.
Pada 2018, perusahaan ini sudah melakukan ekspor secara tidak langsung ke Dubai, Thailand, dan juga Singapura. Tahun ini, BeeMa Honey berambisi bisa menembus pasar Amerika, Malaysia, dan Jepang.
Madu yang dijual BeeMa Honey tersedia dalam beberapa varian. Sebut saja creamed honey, detox honey, charcoal, dan juga madu dengan bawang hitam tunggal. Yang menarik, seiring adanya pandemi, penjualan madu justru meningkat. Itu disebabkan adanya permintaan akan produk yang sehat, sebagai ikhtiar orang-orang untuk menambah imunitas tubuh mereka.