Meraup Berkah Madu Organik di Masa Pandemi
Akan tetapi, selama menjadi pengguna produk tersebut, Fransisca tidak pernah menemukan brand yang cocok. Selain maraknya madu palsu yang beredar di pasaran, “serangan” madu-madu impor yang tidak terjamin kualitasnya juga membuatnya tak pernah menjadi konsumen yang loyal pada satu brand saja. “Memang ada (madu) yang dibilang bagus, tapi terbilang mahal sekali,” ujarnya.
Akhirnya, Fransisca terpikir untuk menciptakan brand BeeMa Honey, yaitu single origin raw honey yang terdiri atas beberapa varian dari beragam jenis lebah. BeeMa Honey adalah lini produk superfoods yang dia kembangkan sampai sekarang.
Fransisca menuturkan, saat ini gaya hidup masyarakat sudah mulai berubah ke arah hidup sehat. Orang-orang mulai mencari produk-produk alami yang berkualitas dan dapat dipercaya sumber bahan bakunya.
Pada April 2017, mulailah BeeMa Honey memasarkan tiga varian madu. Ternyata tanggapan pasar ketika itu sangat positif, sehingga perusahaan yang baru dirintis Fransisca tersebut mencoba mengembangkan varian lain. “Ke depan, kami juga akan merambah ke produk turunan yang lain yang konsepnya untuk kesehatan dan tentu saja organik dan natural,” ucapnya.
Seiring pergantian tahun, image dan reputasi yang didapatkan BeeMa Honey terus menanjak. makin banyaknya permintaan baik B2C (dari produsen langsung ke pembeli) maupun B2B (bisnis ke bisnis). Akhirnya, pada pertengahan 2019, Fransisca mendirikan PT agar dapat melakukan penetrasi pasar lebih jauh lagi untuk produk-produknya.