Mereguk Cuan dari Bisnis Jam Tangan Kayu

Koran SINDO
Ilustrasi. (Foto: Antara)

“Bahasa Inggris itu juga termasuk jurusan favorit dibandingkan jurusan lain di SV UGM,“ tuturnya.

Hanya, seperti halnya orangtua pada umumnya, yang menginginkan anaknya setelah menyelesaikan pendidikan menjadi pegawai kantor. Begitu juga orangtuanya, menginginkan dirinya bekerja kantoran (PNS/bank). “Karena itulah setelah lulus SV, tidak langsung menjadi entrepreneur, tetap mengawali karier bekerja di kantoran,” ucapnya. Namun begitu, bekerja di kantor itu tidak berlangsung lama.

Sebab, pada awal 2013 mulai fokus berusaha yaitu memproduksi jam tangan kayu. Memilih usaha ini, sebab produksi jam tangan kayu di Indonesia belum banyak, tercatat tahun itu baru ada tiga brand sehingga harganya mahal.

Melihat peluang itu, akhirnya pada tahun akhir 2014 memutuskan untuk memproduksi jam tangan kayu dengan brand Eboni Watch & Clock. “Memilih usaha ini karena passion di bidang produk kreatif. Saya sangat suka mendesain dan membuat banyak hal dengan tangan,” ujarnya.

Dia pun mulai mendesain jam tangan kayu, setelah jadi, dibawa ke vendor perusahaan kerajinan kayu di Yogyakarta untuk dibuatkan. Hasilnya kemudian dijual di media sosial, melalui akun Instagram (IG).

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
10 jam lalu

Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan 4 Segmen Bisnis Utama

7 hari lalu

Makin Melek Teknologi, 36,8 Persen UMKM Indonesia Mulai Manfaatkan AI

13 hari lalu

Angela Tanoesoedibjo Soroti Perubahan Industri Media, Inovasi Jadi Kunci Bertahan

13 hari lalu

Kisah Soedomo Mergonoto, dari Kernet Bemo Sukses Dirikan Kopi Kapal Api

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal