JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menegaskan seluruh operasional tambang perseroan tidak bersinggungan atau melintasi jalan negara. Perseroan mengatakan, aktivitas angkutan batu bara dari tambang hingga ke pelabuhan menggunakan jalan khusus yang dikembangkan secara mandiri.
Direktur Utama MNC Energy Investments, Suryo Eko Hadianto menuturkan, penggunaan jalan khusus tersebut membuat kegiatan operasional perseroan tidak terdampak oleh regulasi penggunaan jalan umum, termasuk kebijakan yang berlaku di wilayah Sumatra Selatan.
"Secara garis besar saya ingin menyampaikan bahwa seluruh tambang IATA tidak ada yang bersinggungan atau cross-section dengan jalan negara. Semuanya menggunakan fasilitas jalan khusus batu bara yang kami develop sendiri. Dari tambang ke pelabuhan," ucap Suryo dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2026).
Suryo menjelaskan, secara rinci kondisi di tambang PT Arthaco Prima Energy (APE), di mana tambang itu memiliki cadangan batu bara sekitar 222 juta metrik ton (MT) dengan kualitas berkisar 3.100 hingga 3.300 gar. Dari sisi logistik, jarak pengangkutan batu bara dari area tambang ke pelabuhan relatif pendek, yakni sekitar 10 kilometer.
"Ini sangat pendek. Kita bisa lihat mungkin tambang-tambang lain, jarak rata-rata mereka diatas 30 km. Kita diberkahi tuhan jarak kita berkisar antara 10 km, yang terjauh itu di 16 km," kata dia.
Menurutnya, jalan khusus yang dikembangkan perseroan tidak bersinggungan dengan jalan negara. Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah Sumatra Selatan terkait penggunaan jalan umum tidak berdampak terhadap operasional tambang yang dikelola oleh APE, IBPE, maupun PMC.
"Semuanya tidak terkendala oleh peraturan tersebut," ucapnya.