Dari sisi infrastruktur pelabuhan, APE saat ini memiliki dua jetty manual dengan kapasitas sekitar 10.000 ton per hari. Perseroan juga akan segera memulai konstruksi batch loading conveyor dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per hari atau setara 1.500–2.000 ton per jam. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi detail desain dan studi kelayakan.
Selain itu disebut bahwa MNC Energy Investments juga telah bekerja sama dengan kontraktor nasional Kalimantan Prima Persada (KPP) dengan kontrak jangka panjang selama lima tahun. Dalam periode tersebut, produksi tambang APE ditargetkan berada di kisaran 3 hingga 7 juta ton per tahun.
Suryo juga mengungkapkan kapasitas pelabuhan APE saat ini mencapai 250.000 ton per bulan dan akan ditingkatkan hingga 1,2 juta ton per bulan. Dengan kapasitas tersebut, potensi pengapalan APE dapat mencapai sekitar 15 juta ton per tahun.
Di sisi lain, MNC Energy menargetkan seluruh wilayah izin usaha pertambangan (IUP) perseroan dapat meraih peringkat Proper Biru pada 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan.
"Kita tahu persis bahwa tambang tidak mungkin tidak merubah rona awal, kita pasti merubah rona awal tetapi dengan komitmen dan best practice penambangan yang kita jalankan kami yakin bahwa rona akhir dari tambang itu lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar maupun lingkungan, dan kita komit menjaga lingkungan hidup, baik itu dari air maupun debu maupun limbah B3 kita comply terhadap itu semuanya," kata dia.