Saat ini, Zulmi menyatakan, di Sulsel jumlah perusahaan pembiayaan yang ada kurang lebih 68 perusahaan, yang mana dari perusahaan pembiayaan tersebut memiliki 240 kantor cabang dan 55 kantor selain kantor cabang, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
“Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa rekan-rekan pembiayaan telah melihat peluang pasar yang cukup besar di wilayah Sulawesi Selatan pada khususnya dan wilayah Sulampua pada umumnya,” katanya.
Kendati demikian, masyarakat Sulsel masih minim pengetahuan tentang apa itu pembiayaan (finance), bagaimana berinvestasi di perusahaan pembiayaan hingga manfaat pembiayaan sehingga masih dibutuhkan kerja sama yang solid antara OJK dan rekan-rekan pelaku dalam meningkatkan pemahaman mereka melalui banyak kegiatan edukasi.
Apalagi, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan adalah sebesar 28,4 persen yang sedikit lebih rendah dari tingkat literasi keuangan nasional sebesar 29,7 persen, dan tingkat inklusi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan sebesar 68 persen yang lebih tinggi dari tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 67,8 persen.
Sementara, untuk tingkat literasi keuangan atau pemahaman masyarakat secara sektoral terhadap sektor pembiayaan untuk nasional pada tahun 2016 mencapai 13,0 persen dan tingkat inklusi keuangan sektor pembiayaan pada tahun 2016 sebesar 11,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan jasa lembaga jasa keuangan, namun tidak memahami produk yang dibeli atau digunakan. Kondisi ini tentu menjadi hal yang menarik bagi perusahaan-perusahaan investasi bodong yang saat ini cukup marak.
“Atas dasar itu, kami berharap melalui kegiatan ini, kita sama-sama bergerak secara masif untuk melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat baik dalam lingkup kecil maupun dalam event-event besar, sehingga pemahaman masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan, produk keuangan, khususnya pembiayaan dapat meningkat secara pesat, dan tentu saja kami berharap dengan peningkatan pemahaman tersebut, jumlah penjualan produk jasa keuangan akan meningkat pula,” tuturnya.
Untuk itu, Zulmi berharap APPI sebagai wadah bagi perusahaan Pembiayaan kiranya dapat membawa nilai positif, bersinergi dalam memberikan jasa layanan dan edukasi kepada masyarakat.