“Untuk meremajaan alutsista nasional, Indonesia perlu mengaktivasi kemampuan BUMN Pertahanan. Saat ini, pemerintah berencana membangun program kemandirian sistem pertahanan melalui pembentukan holding BUMN pertahanan. Holding ter-sebut meliputi lima BUMN yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT Len Industri, PT Pindad, PT PAL dan PT Dahana.” kata Hidayat
Dia menilai, holding BUMN pertahanan masih sangat lamban implementasinya. Adapun, jolding BUMN pertahanan tersebut masih dalam bentuk blueprint yang belum dilaksanakan.
Kelambanan tersebut karena rendahnya kemampuan BUMN pertahanan dalam menarik investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Padahal bila Holding BUMN Pertahanan bisa diimplementasikan cepat, Peremajaan Alutsista Indonesia akan lebih murah dan lebih cepat sehingga sistem pertahanan mandiri dan kuat dapat terwujud,” tutur Hidayat.