Naik Pesawat Tak Perlu Tes PCR atau Antigen, Dirut Garuda: Kita Berharap Penumpang Meningkat

Suparjo Ramalan
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra berharap okupansi penumpang naik signifikan setelah kebijakan ditiadakannya dokumen RT-PCR atau swab antigen. (Foto: dok. iNews.id)

"Enggak ada persiapan khusus. Tapi kan cek vaksin apa belum," kata dia. 

Dia menyebut, penumpang Garuda Indonesia memang mulai meningkat. Irfan mengklaim okupansi penumpang naik lebih dari 25 persen di awal tahun ini. 

Di sisi lain, penurunan penumpang menjadi faktor utama maskapai pelat merah itu mencatat kerugian berarti sepanjang pandemi Covid-19. Data Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut kerugian yang dialami Garuda Indonesia per bulan mencapai 100 juta dolar AS atau setara dengan Rp1.436 triliun (kurs Rp14.370 per dolar AS).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
29 hari lalu

Pemprov DKI Perpanjang PJJ hingga 8 September, Penanganan Abu Vulkanik Anak Krakatau Digencarkan

29 hari lalu

4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

29 hari lalu

Delapan Bandara Terdampak Abu Vulkanik, Pemerintah Mulai Buka Bandara Pagar Alam

29 hari lalu

Garuda Indonesia Batalkan Semua Penerbangan Jakarta-Bandung-Lampung hingga Pukul 24.00 WIB 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal