Ojek Online Menjamur, Populasi Bajaj di Jakarta Turun Drastis

Isna Rifka Sri Rahayu
Ade, pengemudi bajaj yang bergabung dengan Grab. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Kelahiran ojek online menciptakan disrupsi besar dalam industri transportasi darat. Salah satunya bajaj yang populasinya menurun drastis di Jakarta.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Massdes Aroufy menyebut, populasi kendaraan roda tiga itu turun hingga 60 persen dalam dua atau tiga tahun terakhir.

"Terakhir kita data ada 14-15 ribuan, sekarang jumlahnya kok turun. Data terbaru saya cek PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) hari ini tidak sampai 6 ribu yang terdaftar di perizinan," ujar Aroufy di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Menurut Aroufy, bajaj di Jakarta saat ini dioperasikan oleh 13 perusahaan. Upaya Pemprov DKI untuk membagi rute antara moda transportasi tidak efektif karena kehadiran ojek online yang masuk hingga kampung.

"Sebenarnya kita sudah berbagi ruang, jadi tidak usah berebut penumpang. Teman-teman pengemudi bajaj punya peran sebagai first mile dan last mile. Meski pakai MRT dan LRT tapi di ujung tetap pakai transpotasi lain (selain bajaj)," tutur dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Niaga
1 bulan lalu

Grab Catatkan 3,7 Juta Driver sejak 2015, Naungi Banyak Korban PHK

Internet
2 bulan lalu

Kembangkan Kecerdasan Buatan, Grab Operasikan Lebih 1.000 Model AI dan Machine Learning

Motor
3 bulan lalu

Grab Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Pengemudi, Ini Tanggapan Pemerintah

Mobil
3 bulan lalu

Grab dan GAC Siapkan 20.000 Armada Kendaraan Listrik di Asia Tenggara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal