Ojek Online Menjamur, Populasi Bajaj di Jakarta Turun Drastis

Isna Rifka Sri Rahayu
Ade, pengemudi bajaj yang bergabung dengan Grab. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

Ade (40), pengemudi bajaj mengakui menjamurnya ojek online dan taksi online membuat pendapatannya tergerus. Hal ini karena bajaj bermain di rute yang sama transportasi online, terutama ojek online.

"Sejak ada aplikator masuk, kita kurang pendapatannya. Ada ojol, banyak saingan. 2016 masih ramai, 2017 sudah banyak ojol itu kurang pendapatan kami," kata dia.

Ade yang menjadi pengemudi bajaj sejak 2001 ini menuturkan, sebelum ada transportasi online, pendapatan kotor yang diperoleh bisa mencapai Rp250.000. Dari jumlah itu, dia mendapat Rp100.000 setelah dipotong bensin dan setoran.

"Masih bisa buat biaya hidup. Teman-teman kita banyak yang bisa sekolahin anaknya sampai kuliah dari narik bajaj banyak. Semenjak ojol masuk, pendapatan berkurang," kata dia.

Kini, bajaj resmi menjadi transportasi online. Hal ini setelah Grab menggandeng bajaj dan memasukkannya ke dalam aplikasi bersama transportasi lain seperti ojek, mobil, dan bus.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
3 hari lalu

Strategi Grab Indonesia Jemput Peluang Bisnis di Tengah Tekanan Ekonomi Global 2026

Motor
7 hari lalu

Grab Bantah Rumor Tinggalkan Indonesia

Nasional
1 bulan lalu

Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen, Bos Grab Buka Suara

Niaga
4 bulan lalu

Grab Catatkan 3,7 Juta Driver sejak 2015, Naungi Banyak Korban PHK

Internet
5 bulan lalu

Kembangkan Kecerdasan Buatan, Grab Operasikan Lebih 1.000 Model AI dan Machine Learning

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal