OJK Ungkap Ada Calon Emiten Tunda IPO, Ini Alasannya

Dinar Fitra Maghiszha
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi. (Foto: Tangkapan Layar)

Penundaan yang disebabkan perbaikan kinerja keuangan, kata Inarno, diharapkan dapat meningkatkan valuasi perusahaan sebelum bertemu investor melalui pasar perdana.

“Sampai saat ini belum terdapat penundaan yang disebabkan karena pengaruh kondisi makro,” ucap Inarno.

Hingga 8 Mei 2025, OJK mencatat sebanyak 28 perusahaan masih dalam proses penelaahan dokumen IPO. Sementara pipeline yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 20 perusahaan, hingga 23 Mei 2025.

Adapun sebanyak 14 perusahaan telah resmi 'Go Public' per akhir Mei 2025. Nilai dana yang dihimpun mencapai Rp7,01 triliun.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
11 bulan lalu

Persib Bandung Berencana IPO Awal 2026, Ini Respons BEI

Bisnis
12 bulan lalu

OJK Fokus Gaet Perusahaan Besar IPO di Pasar Modal RI

Bisnis
6 jam lalu

Adira Tebar Dividen Rp772,4 Miliar, 50 Persen dari Laba Bersih

Nasional
24 jam lalu

Terungkap, Perusahaan Jasa K3 Setor Rp100 Juta Tiap Tahun ke Kemnaker Demi Surat Izin Operator

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal