Pembayaran Utang Negara Terancam Default, Rusia Akan Ambil Tindakan Hukum Terhadap Barat

Jeanny Aipassa
Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Rusia akan mengambil tindakan hukum terhadap Barat atas sanksi yang telah menyebabkan pembayaran utang luar negeri negara itu terancam mengalami gagal bayar (default) untuk pertama kalinya dalam satu abad. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Rusia, Anton Siluanov, dalam wawancara dengan surat kabar, Izvestia, mengatakan negaranya bukan tidak mampu memabayar obligasi internasional yang jatuh tempo pada 4 April 2022, melainkan dipaksa untuk mengalami default. 

"Kami akan mengajukan proses hukum di pengadilan atas tagihan (utang) kami, yang mengkonfirmasi upaya kami untuk membayar baik dalam mata uang asing maupun dalam rubel. Ini tidak akan menjadi proses yang mudah. ​​Kami harus sangat aktif membuktikan kasus kami, terlepas dari semua kesulitannya," kata Anton Siluanov, seperti dikutip Reuters, Senin (11/4/2022). 

Rusia menghadapi default pertama atas utang luar negeri setelah membuat pengaturan untuk melakukan pembayaran obligasi internasional  dalam rubel, pada minggu lalu. 

Dua obligasi internasional senilai 649 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp9,328 triliun itu, sudah jatuh tempo pada 4 April 2022. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Utang Luar Negeri RI Naik 1,9%, Tembus 439,8 Miliar Dolar AS pada April 2026

57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal