Pembayaran Utang Negara Terancam Default, Rusia Akan Ambil Tindakan Hukum Terhadap Barat

Jeanny Aipassa
Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov. (Foto: Reuters)

Rusia sudah melakukan pembayaran kepada pemegang dua obligasi internasional, tetapi Departemen Keuangan AS memblokir transfer tersebut, dan mencegah Rusia menggunakan cadangan mata uang asing yang dibekukan untuk membayar utangnya.

"Tentu saja kami akan menuntut (di pengadilan), karena kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa investor menerima pembayaran mereka," ujar Anton Siluanov. 

Dia tidak merinci opsi hukum apa yang akan diambil dan di pengadilan mana tuntutan hukum akan dilakukan. Namun Anton Siluanov mengatakan Rusia akan melakukan segala kemungkinan untuk memastikan krediturnya dibayar.

"Rusia mencoba dengan itikad baik untuk melunasi kreditor internasional. Namun demikian, kebijakan yang disengaja dari negara-negara Barat adalah untuk secara artifisial menciptakan default buatan manusia dengan segala cara," ungkap Anton Siluanov

Dia menambahkan kewajiban eksternal Rusia berjumlah sekitar 20 persen dari total utang publik, yang mencapai sekitar 21 triliun rubel (262 miliar dolar AS). Dari jumlah itu, sekitar 4,5-4,7 triliun rubel merupakan kewajiban eksternal.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkum Supratman Paparkan Capaian Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia

57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal