Pemerintah Pantau Rencana Bisnis Hyundai di Indonesia

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto usai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (3/9/2018). (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

"Banyak perusahaan komponen dalam negeri meminta agar diberlakukan SNI (Standar Nasional Indonesia) secara lebih ketat, karena bisa mengurangi impor," ujarnya.

Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu mengatakan, TKDN penting untuk mencegah persaingan yang tidak sehat. Semua negara, kata dia, juga akan menerapkan kebijakan yang sama untuk memperkuat industri masing-masing.

Menperin menyebut, struktur industri otomotif di Indonesia sehingga menjadi prioritas pemerintah. Banyak perusahaan asing yang tertarik untuk berinvestasi Indonesia.

"Bicara industri otomotif sekarang ini beberapa industri strukturnya sudah dalam, termasuk industri kemarin dari investor China, itu investasinya besar dan dengan vendor," kata dia.

Dua perusahaan otomotif China saat ini sudah membangun pabrik di Indonesia, yaitu Wuling dan DFSK.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
6 hari lalu

Pemerintah Siapkan Rp3,8 Triliun untuk Rekening Gratis 76 Juta Warga Usia 17 Tahun ke Atas

7 hari lalu

Prabowo Panggil Airlangga hingga Kepala BRIN ke Istana, Bahas Industri Tekstil dan Sepatu

8 hari lalu

Dorong Penjualan Kendaraan, Ini Langkah Perusahaan Pembiayaan di Daerah

9 hari lalu

Kembangkan Industri Otomotif, Hyundai dan Shell Pererat Kerja Sama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal