Pendapatan Naik, Kerugian Evergrande Turun Jadi Rp68,77 Triliun di Semester I 2023

Aditya Pratama
Evergrande Group membukukan kerugian 33 miliar yuan (4,5 miliar dolar AS) atau setara Rp68,77 triliun pada semester I 2023. (foto: Reuters)

Pengembang membukukan kerugian bersih gabungan sebesar 81 miliar dolar AS untuk tahun 2021 dan 2022, dibandingkan laba 8,1 miliar yuan pada tahun 2020.

Seperti dua laporan keuangan tahunan Evergrande sebelumnya, auditor Prism Hong Kong dan Shanghai belum mengeluarkan kesimpulan atas laporan tersebut, dengan alasan berbagai ketidakpastian terkait kelangsungan bisnis, termasuk arus kas masa depan.

Evergrande menyampaikan, kemampuan untuk melanjutkan perusahaan akan bergantung pada keberhasilan implementasi rencana restrukturisasi utang luar negeri, dan keberhasilan negosiasi dengan pemberi pinjaman lainnya mengenai perpanjangan pembayaran.

Pada hari Jumat, Evergrande menyampaikan, pihaknya telah cukup memenuhi pedoman Bursa agar perdagangan sahamnya yang terdaftar di Bursa Efek Hong Kong dapat dilanjutkan dan telah mengajukan permohonan untuk dimulainya kembali pada hari ini, Senin (28/8/2023).

Perdagangan saham Evergrande telah dihentikan sejak Maret tahun lalu sambil menunggu hasil tahun 2021 dan 2022, serta hasil dari berbagai hal termasuk penyelidikan terhadap simpanan sebesar 13,4 miliar yuan yang disita dari anak perusahaan.

Pengadilan di Hong Kong dan Kepulauan Cayman akan memutuskan pada awal September apakah akan menyetujui rencana restrukturisasi utang luar negeri yang melibatkan instrumen senilai 31,7 miliar dolar AS termasuk obligasi, agunan, dan kewajiban pembelian kembali. Kreditur melakukan pemungutan suara mengenai rencana tersebut minggu lalu dan perusahaan belum mengungkapkan hasilnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
12 hari lalu

Wamenkomdigi Pastikan Perpres Ojol Jamin Pendapatan Layak dan Perlindungan Pengemudi

16 hari lalu

Bandara Soekarno-Hatta Tutup Total Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Potensi Kerugian Rp40 Miliar

1 bulan lalu

90 Persen Beras Fortifikasi Dijual Tak Sesuai Syarat, Kerugian Konsumen Ditaksir Rp89 Triliun

1 bulan lalu

Rokok Ilegal Makin Marak, Penjualan Gudang Garam Anjlok Rp3,19 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal