Pendapatan Naik, Rugi Garuda Indonesia Turun Jadi Rp1,41 Triliun di Kuartal I 2024

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Garuda Indonesia mencatatkan rugi bersih 87,03 juta dolar AS atau setara Rp1,41 triliun di kuartal I 2024, turun 20,97 persen. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan rugi bersih 87,03 juta dolar AS atau setara Rp1,41 triliun di kuartal I 2024. Torehan ini tercatat turun 20,97 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 110,13 juta dolar AS.

Penurunan rugi bersih perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha maskapai pelat merah ini. Perseroan berhasil mengantongi pendapatan usaha sebesar 711,98 juta dolar AS atau setara Rp11,57 triliun, tumbuh 18,07 persen dari periode yang sama tahun 2023 lalu yang sebesar 602,99 juta dolar AS.

Kontribusi peningkatan pendapatan usaha di kuartal I 2024 turut didorong oleh pertumbuhan pendapatan pada lini penerbangan berjadwal sebesar 18,19 persen menjadi sebesar 599,01 juta dolar AS. Adapun, jumlah pendapatan penerbangan berjadwal tersebut merepresentasikan 84,13 persen dari total pendapatan usaha. 

Selain itu, pertumbuhan penerbangan tidak berjadwal juga menunjukan potensi yang menjanjikan dengan pertumbuhan mencapai 53,57 persen menjadi sebesar 19,67 juta dolar AS. Di sisi lain, lini pendapatan lainnya juga turut menunjukkan konsistensi pertumbuhan dengan mencatatkan peningkatan sebesar 11,92 persen menjadi 92,28 juta dolar AS. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, sepanjang tiga bulan pertama tahun 2024 perseroan juga mencatatkan konsistensi peningkatan frekuensi penerbangan menjadi 39,7 ribu penerbangan atau naik 15 persen secara tahunan.

Capaian kinerja positif GIAA juga tak lepas dari upaya perseroan dalam memperkuat fundamental, salah satunya melalui peningkatan kapasitas produksi dan margin.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
21 hari lalu

Garuda Indonesia Resmi Naikkan Harga Tiket Pesawat!

Nasional
22 hari lalu

Prabowo Instruksikan Garuda dan Saudi Airlines Buat Perusahaan Patungan

Nasional
22 hari lalu

Menhaj Ungkap Potensi Kenaikan Biaya Penerbangan Haji hingga 51 Persen

Bisnis
23 hari lalu

PTPP Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Bisnis Konstruksi Sebelum Merger

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal