Pengamat Sebut Garuda Indonesia Masih Punya Harapan Diselamatkan

Advenia Elisabeth
Garuda Indonesia

Arista menyatakan, Garuda masih memiliki harapan untuk diselamatkan dengan penolakukuran atau benchmarking, seperti kasus yang menimpa maskapai penerbangan di beberapa negara. Salah satunya dengan mendapatkan pinjaman atau suntikan modal dari pemerintah. Arista menilai, cara itu bisa mengurangi utang Garuda.

"Menurut saya masih ada harapan (Garuda) untuk dipertahankan dengan adanya dana pembantu dari pemerintah," ujarnya.

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebelumnya mengatakan, utang perseroan mencapai Rp70 triliun dan bertambah Rp1 triliun setiap bulannya karena perseroan menunda pembayaran kepada pemasok.

Kondisi keuanganan perusahaan makin memburuk selama pendemi Covid-19. Irfan mengungkapkan, arus kas dan ekuitas Garuda tercatat minus. 

"Perusahaan memiliki arus kas dan ekuitas negatif Rp41 triliun," ungkapnya, beberapa waktu lalu. 
 
Adapun empat opsi yang ditawarkan pemerintah untuk menyemalatkan Garuda, pertama, pemerintah terus mendukung kinerja Garuda melalui pinjaman ekuitas. Meski begitu, dalam catatan pemegang saham, pemerintah berpotensi meninggalkan maskapai penerbangan pelat merah itu dengan utang warisan yang besar. Kondisi ini membuat perseroan menghadapi tantangan di masa mendatang. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Tak Cuma Bali, Kemenpar Ajak Turis Asing Jelajahi Danau Toba hingga Labuan Bajo

15 hari lalu

Utang Kopdes Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Hari Ini, Menkeu Suahasil Pastikan Dana Tersedia

18 hari lalu

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Lunas, Dibayar Pakai Surplus Bank Indonesia

18 hari lalu

Suahasil Tegaskan Tetap Kejar Debitur meski Utang BLBI Lunas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal