Pengamat Sebut Peleburan 7 BUMN Karya Logis secara Bisnis

Suparjo Ramalan
Rencana peleburan tujuh perusahaan pelat merah di sektor konstruksi ke dalam tiga klaster dinilai logis dari segi bisnis. (Foto: iNews.id)

Adapun skema integrasi yang direncanakan mencakup penggabungan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) akan berfokus pada proyek pembangunan air, rel kereta api, dan sejumlah konteks lain.

Kemudian, integrasi PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk diekspektasikan dapat meningkatkan fokus perseroan terhadap proyek pembangunan jalan tol, jalan non-tol, dan bangunan kelembagaan.

Lalu, integrasi PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk akan berfokus untuk menggarap pelabuhan laut, bandar udara, rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), dan bangunan hunian (residensial).

Dia melihat, langkah Kementerian BUMN menggabungkan bisnis perseroan di bidang konstruksi ini perlu memperhatikan kepentingan investor publik, kreditor, maupun negara sebagai pemegang saham. 

Merujuk pada rencana pembentukan klaster integrasi Adhi Karya, Brantas Abipraya dan Nindya Karya, lanjut Herry, harus dipertimbangkan secara cermat penetapan perusahaan sebagai nahkoda integrasi.  

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
5 hari lalu

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

9 hari lalu

Aplikasi Bank Digital yang Cepat dan Stabil Paling Disukai, Ini Alasannya!

12 hari lalu

Kopi Nusantara Tak Lagi Sekadar Minuman, Kini Jadi Pengalaman Premium

12 hari lalu

Apa Kabar Bisnis Mixue di Indonesia? Cek Infonya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal