Pengusaha: Bukannya Tak Mau Bayar THR, tapi Keuangan Berat

Suparjo Ramalan
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang. (Foto: iNews.id/Muhammad Aulia)

JAKARTA, iNews.id - Isu Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi polemik menjelang Ramadan. Di tengah pandemi Covid-19, THR untuk pekerja swasta masih menjadi teka-teki apakah akan dibayarkan penuh atau dicicil.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang berharap pemerintah mempertimbangkan arus kas (cashflow) perusahaan saat menetapkan kebijakan THR untuk tahun ini. Dia menilai, kinerja perusahaan masih tertekan.

Sarman mengatakan, insentif yang diberikan pemerintah memang membantu pelaku usaha untuk bertahan. Namun, kebijakan pembatasan sosial masih menghambat bisnis.

Dia menyarankan perusahaan yang mampu bisa membayar THR kepada pegawai secara penuh tujuh hari sebelum Idul Fitri 2021. Sementara pelaku usaha yang tidak mampu, bisa berunding dengan buruh untuk mencasri skema dan solusi yang terbaik.

"Pengusaha bukannya tidak mau membayar THR 2021, akan tetapi memang kondisi keuangan yang sudah teramat berat akibat omzet yang turun tajam. Mampu bertahan saja sudah sangat baik," katanya, Minggu (21/3/2021).

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Rp12,83 Triliun, Jaga Daya Beli Masyarakat selama Ramadan-Idulfitri 2026

Nasional
6 hari lalu

Kemenag Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 pada 17 Februari

Nasional
7 hari lalu

KEK MNC Lido City Lanjutkan Program Peduli Masjid di Masjid Attaqwa Cigombong

Megapolitan
9 hari lalu

MNC Lido City Gelar Baksos Bersih-Bersih Masjid Al Ahzim Cigombong Jelang Ramadan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal